Sabtu, 18 Februari 2012
EKONOMI
Bab I
Ekonomi Pendidikan
Konsep dasar ekonomi Pendidikan
Ekonomi pendidikan merupakan bagian yang terpenting dari ilmu ekonomi dan hal yang tak terpisah dari ilmu ekonomi sumber daya manusia untuk pembangunan masyarakat. Sementara pengertian ekonomi sebagai mana yang dikatakan Elchnan ( 197) bahwa Economics is a study of how men and cociety choose, with or without the use of money, to omploy scarece productive resources to produce various commodities over time and dsistrible them for comsumtion. Ekonomi pendidikan adalah kajian tentanf bagaimana manusia, baik secara perorangan maupun dalam kelompok masyarakatnya membuat keputusan dalam rangka mendayagunakan sumberdaya yang terbatas agar dapat menghasilkan berbagai entuk pendidikan dan latihan, pengembangan ilmu pengetahuan dan keterampilan, pendapat, sikap dan nilai-nilai khususnya melalui pendidikan formal, serta bagaimana mendiskusikannya agar layanan dapatnya secara merata ( equal) dan adil ( edequited) di antara berbagai kelompok masyarakat”.
Ilmu ekonomi pendidikan tumbuh dan berkembang oleh perspektif investasi sumber daya manusia ( human capital ). Konsep investasi sumberdaya manusia (SDM) ini menganggap penting kaitannya antara pendidikan. Produktivitas kerja dan pertumbuhan ekonomi. Teori human capital ( capital holder) yang tercermin dalam keterampilan, pengetahuan, dan produktivitas kerjanya. Jika tenaga kerja meripakan pemegang kapital, orang dapat melakukan investasi untuk dirinya dalam rangka memilih provesi atau pekerjaan yang dapat meningkatkan kesejahteraan hidupnya.
Perbedaan pandangan tersebut berkaitan dengan persepsi yang kontraktif. Kelompok yang setuju mempersiapkan human capital sebagi rasionalistis, karena itu human capital itu dapat memeperluas tersedianya rentang pilihan dalam memperoleh kesejahteraan hidupnya. Sedangkan kelompok yang tidak setuju mempersepsikan manusia sebagai mahluk yang luhur dam humanistis, karena itu human capital itu dapat memperoduksi manusia menjadi unsur materi, maka harus dicegahnya.
Ekonomi pendidikan memandang proses pendidikan sebagai aktovotas ekonomi, yakni pendayagunaan sumber pendidikan secara optimal dan untuk memperoleh nilai yang maksimal. Ekonomi pendidikan memberi peluag penanaman modal manusia sepanjang mendatangkan pendapatan yang lebih tinggi. Ekonomi pendidikan melaksanakan upaya maksimalisasi keuntungan dengan biaya yangrendah.
Secara umum dapat di jelaskan bahwa ekonomi pendidikan merupakan cabang ilmu yang menganalisis problematik pendidikan secara ekonomi, terutama untuk memperoleh parameter yang memungkinkan perencanaan dan pengelolaan manajemen yang lebih baik, sehingga mendatangkan keuntungan baik yang sifatnya nilai-nilai ( vaule added) maupun ekonomi.
Persfektif Ilmu Ekonomi dan Pendidikan
Pendidikan sebagi proses training atau pengembangan. Baik pengembangan pengetahuan, keterampilan dan pemahaman merupakan hasil akumulatif yang bernilai ekonomi pada manusia yang tidak berdiri sendiri. Apa pun yang diperoleh melalui pendidikan adalah sebagai nilai tambah ( vaule added) bagi manusia itu sendiri. Banyak aspek yang akan tersentuh dari setiap proses pendidikan yang dilakukan seperti halnya : sosial, budaya, ekonomi, dan politik.
Dimensi sosial, pendidikan akan melahirkan manusia terdidik yang mempunyai peran penting dalam proses perubahan sosial di dalam masyarakat.
Dimensi budaya, pendidikan juga merupakan sarana yang efektif untuk mengajarkan norma, mensosialisasikan nilai, dan menanamkan etos di kalangan warga masyarkat
Dimensi ekonomi, pendidikan akan menghasilkan manusia-manusia yang andal untuk menjadi subyek penggerak pembangunan ekonomi nasional. Oleh karena itu, pendidikan harus mampu melahirkan lulusan-lulusan bermutu yang memiliki pengetahuan, menguasai teknologi, dan mempunyai keterampilan teknis dan kecakapan hidup yang memadai.
Dimensi polotik, pendidikan harus mampu mengembangkan kapasitas individu untuk menjadi warga negara yang baik ( good citizens), yang memiliki kesadaran akan hak dan tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa , dan bernegara. Karena itu, pendidikan harus dapat melahirkan individu yang memiliki visi dan idealisme untuk membangun kekuatan bersama sebagai bangsa.
Elchnan (179) mengatakan Education is he proses of training and developing the knowlege, skill, mind, character, ect, especialy by formal schooling. Maknanya bahwa pendidikan itu adalah proses pelatihan dan pengembangan ilmu, keterampilan, otak( pemikiran) karakter melalui pendidikan formal.
Dalam kamus Webster`s New Worldd Dictionary ( 1962). Pendidikan dirumuskan sebagai proses perkembangan dan latihan mencakup aspek pengetahuan (knowlage), keterampilan, ( skill) dan kepribadian( character), terutama yang dilakukan dalam suatu bentuk formula (per sekolahan).
Kemudian kegiatan pendidikan mencakup proses dalam menghasilkan (production) dan transfer ( distribution) ilmu pengetahuan yang dilakukan oleh individu atau organisasi belajar ( learning organization). Organisasi belajar dimaksud dapat tercapai dari lembaga-lembaga pemerintah atau swasta, tingkat dasar, menegah, dan pendidikan tinggi.
Faktor-Faktor yang Terikat dalam Pendidikan
a. Peserta didik
b. Kurikulum
c. Belajar
d. Mendidik dan Mengajar
e. Lingkungan Pendidikan
f. Evaluasi Pendidikan
Manusia dan Perkembangannya
Pertama proses kematangan yakni yang tanpa diberi atau pendidikan atau perlakuan seorang anak akan tumbuh dan berkembang secara alami.
Kedua, di samping proses kematangan yang berjalan dengan sendirinya, proses pendidikan dilakukan ketika anak mulai menenal lingkungan baik lingkungan sekitar maupun keluarga.
Ketiga, sejalan dengan proses kematangan dan pendidikan yang sedang berlansung, proses pengembangannya yang dimaksud adalah pendidikan itu sebagai wadah pendidikan dan perkembangan segala aspek yang dibutuhkan oleh masyarakat. Ketika proses transformasi telah selesai maka tidak ada lagi ilmu, budaya.
Ada empat hal pokok yang di utarakan Elchnan yaitu (1) Dengan proses apa pendidikan itu akan dihasilkan. (2) Bagaimana penyebaran pendidikan itu dilakukan diantara masyarakat yang berbeda level baik kelompok maupun perorangan dan (3) berapa banyak yang harus dialokasikan atau dihabiskan bagi masyarakat untuk kegiatan itu serta (4) Bagaimana tipe pendidikan yang di tawarkan.
1) Proses Pendidikan
2) Penyebaran pendidikan
3) Alokasikan dana yang dibutuhkan untuk pendidikan
4) Tipe aktivitas pendidikan yang di tawarkan
Bab II
Pendidikan dan Realita Pada Masyarakat
A. Arti Pendidikan Bagi Masyarakat
Pendidikan diartikan tidak lagi sekedar konsumsi publik yang hanya masuk padalembaga pendidikan untuk ikut-ikutan seperti orang lain, tetapi pendidikan memang di maknai sebagai proses pengembangan sumber daya manusia yang mampu memberi nilai tambah untuk berbagai aspek kehidupan.
Steven Copy (1990) menjelaskan bahwa pada dasarnya manusia dalam hidupnya memiliki empat kebutuhan dasar manusia (basic human need) yang dapat dikembangkan melalui pendidikan manusia yaitu :
1. Kebutuhan Fisiologis : yakni kebutuhan hidup untuk dapat bertahan dengan ketersediaan sandang pangan.
2. Kebutuhan psikologis: keterangan, kedamaian, toleransi, dan sebagainya.
3. Kebutuhan sosial: komunikasi, cinta, bersuami, beranak, dan sebagainya.
4. Kebutuhan spritual: percaya pada pencipta, IMTAQ., ibadah dan sebagainya.
aspek fisiologis, pendidikan akan mempengaruhi cara dan gaya hidup manusia untuk mampu bertahan dan menikmati hidup dengan kesehatan fisik yang prima serta ketersediaan fasilitas yang memadai.
aspek pskologis, pendidikan akan membantu manusia untuk dapat memahami orang lain dalam satu entitas yang diikat oleh moralitas.
Aspek sosial, pendidikan akan memperkenalkan kepada manusia cara-cara berkkomunikasi yang baik dan santun, mengajarkan betapa pentingnya hidup berdampingan secara damai. Pendidikan akan mengajarkan bahwa hidup ini saling tergantung dan saling membutuhkan dalam tatanan kebersamaan.
Aspek spritual, pendidikan juga akan memicu manusia untuk bertanya segala sesuatu yang ada di dunia ini termasuk apa yang dipikirkannya, apa yang ada dihatinya serta dirinya sendiri sehingga manusia mengenal dan memahami dirinya secara utuh.
Berikut ini akan di jelaskan dampak pendidikanterhadap masyarakat secara nyata di beberapa negara sebagai satu alasan kuat mengapa pendidikan itu perlu di kelola dan diperhatikan secara khusus untuk kepentingan bangsa dan masyarakat itu sendiri;
1.Pendidikan dengan Ekonomi dan Kesehatan
2. Pendidikan dengan Sosial
3. Pendidikan dengan Komunikasi Sosial dan Resolusi Konflik
4. Pendidikan dengan Prinsip dan Praktek Baik Good Goverment.
5. kondisi Saat ini
6. Pokok Pikiran yang harus di kembangkan dalam Pendidikan
7. Peran pendidikan
a. Perspektif Sosial
b. perspektif Budaya
c. Perspektif Ekonomi
d. Perspektif Politik
Sasaran Pembangunan Pendidikan
Saaran pembangunan pendidikan tidak lepas dari perkembangan lingkungan strategis, baik nasional maupun global. Pendidikan harus dibangun dalam keterkaitannya secara fungsional dengan berbagai bidang kehidupan masyarakat, yang masing-masing memiliki persoalan dan tntangan yang semakin kompleks.
Secara umum pendekatan pembangunan pendidikan diarahkan melalui tiga pilar pembangunan yaitu:
a. Peningkatan Akses dan pemerataan Pendidikan.
Untuk negara yang sedang menata pendidikannya maka penataan dan perluasan akses pendidikan diarahkan pada upaya memperluas daya tampung satuan pendidikan sesuai dengan prioritas nasional, serta memberikan kesempatan yang sama bagi semua peserta didik dari berbagai golongan masyarakat yang berbeda baik secara sosial ekonomi, gender, lokasi tempat tinggal dan tingkat kemampuan intelektual serta kondisi fisik.
b. Peningkatan efisiensi, Mutu dan Relevansi Pendidikan
c. Tata kelola, Akuntabilitas dan Pencitraan Publik.
Bab III
Pendidikan dan Investasi Sumber Daya Manusia
A. Pendidikan dan Sumber Daya Manusia
Sumber daya manusia sebagai investasi diperkuat oleh beberapa hasil penelitian yang telah membuktikan pentingnya pendidikan dalam menunjang pertumbuhan ekonomi. Sumbangan perndidikan terhadap pertumbuhan ekonomi semakin kuat setelah memperhitungkan efek interaksi antra pendidilan dengan bentuk investasi fisik lainnya.
Fokus kajian dalam pengembangan sumber daya manusia berafa pada peningkatan kualitas tenaga kerja yang mempu menjadi pelaku-pelaku dalam berbagai bidang kehidupan. Sasaran utama terlihat pada pendidikan sumberdaya manusia itu sebagai aset yang perlu dikembangkan melalui pendidikan.
Strategi PSDM harus berdasarkan pada prinsip-prinsip sebagai berikut:
1. Pembatasan dan perluasan pendidikan harus diciptakan bersama; dengan ini, dilakukan upaya peningkatan relevansi pendidikan secara lebih merata dan meluas dalam berbagai jenis, panjang, dan jalur pendidikan.
2. Pengembangan dan pendayagunaan IPTEK yang memungkinkan untuk menjadi sumber penggerak bagi perluasan motovasi lapangan kerja.
3. Reformasi di bidang pendidikan di negara yang sedang berkembang, dimana kondisi ekonomi sudah maju dengan berbasis perindustrian, maka strategi PSDM diarahkan untuk teoritis pendidikan fungsi dan pengembangan EISTEK untuk mendorong terciptanya IPTEK yang sesuai dengan kebutuhan industri.
B. Kategori Biaya Pendidikan
Ada enam kategori biaya pendidikan sebagai berikut :
1. Biaya lansung (direct cost) yakni segala pengeluaran yang secara lansung menunjang penyelenggaraan pendidikan.
2. Biaya tidak lansung ( indirevt cost) yakni segala pengeluaran yang tidak secara lansung menunjang proses pendidikan tetapi memungkinkan proses pendidikan tersebut terjadi di sekolah, misalnya biaya jalan, biaya kesehatan , dan lain sebagainya.
3. Biaya kesepakatan ( opportunity cost) yakni biaya yang hilang akibat peluang yang digunakan untuk bekerja ditempat lain tersita akibat waktu yang digunakan untuk pendidikan.
4. Biaya pribadi (private cost ) yaitu biaya yang dikeluarkan oleh masyarakat untuk pendidikan, baik melalui sekolah maupun melalui pajak yang dihimpun oleh pemerintah kemudian digunakan untuk membiayai pendidikan. Biaya yang dikeluarkan digunakan oleh pemerintah pada dasarnya termasuk biaya sosial.
5. Biaya dalam bentuk uang ( monetry cost) dan bukan uang ( non-monetary cost).
Di sisi lain Cohn, 1979; Thomas Jone, 1985; Alan Thomas 1976, menjelaskan bahwa biayadalam pendidikan meliputi biaya lansung (direct cost) dan biaya tidak lansung ( indircvt cost) . biaya lansung terdiri dari biaya-biaya yang dikeluarkan untuk keperluan pelaksanaan pengajaran dan kegiatan belajar siswa berupa pembelian alat-alat pelajaran, sarana belajar, biaya transportasi gaji guru, baik yang dikeluarkan oleh pemerintah , maupun orangtua, maupun siswa sendiri. Sedangkan biaya tidak lansing berupa keuntungan yang hilang ( earning forgone) dalam bentuk biaya kesempatan yang hilang ( opportunity cost) yang dikontrbankan oleh siswa selama belajar.
Biaya –biaya pendidikan yang dibelanjakan oleh murid, atau orangtua/keluarga dan biaya kesepakatan pendidkan dalam penelitian ini tidak termasuk dalam pengertian biaya pendidikan yang sifatnya nonbugetair. Pengertian pembiayaan oendidikan yang bersifat budgetair yaitu biaya pendidikan yang diperoleh dan dibelanjakan oleh sekolah sebgai suatu lembaga. Artinya. Biaya-biaya pendidikan yang bersifat budgetair dan non budgetair termasuk dalam pengertian biaya pendidikan dalam arti yang luas.
Anggaran biaya pendidikan terdiri dari dua sisi yang berkaitan satu sama lain, yaitu sisi anggaran penerimaan dan anggaran pengeluaran untuk mencapai tujuan-tujuan pendidikan. Anggaran penerimaan adalah pendapatan yang diperoleh setiap tahun oleh sekolah dari berbagai sumber resmi dan diterima ecara teratur. Untuk sekolah dasar negeri, umumnya memiliki sumber-sumber anggaran penerimaan, yang terdiri dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat sekitar, orangtua murid, dan Modal adalah sesuatu yang mendatangkan pendapatan atau hasil yang bernilai guna dalam jangka waktu tertentu, salah satu model bentuk modal adalah Modal manusia.
Pendidikan dan Pelatihan
Pendidikan dan pelatihan adalah ivestasi terpenting dalam modal manusia. Penelitian-penelitian telah banyak menunjukan bahwa pendidikan menengah dan tinggi di Amerika telah meningkatkan pendapatan seseorang. Pendapatan seseorang dengan pendidikan yang lebih tingi memang berbeda di atas rata-rata walaupun pendapatannya akan lebih besar dinegara-negara berkembang.
Modal Manusia dan Keluarga
Anak-anak yang dipersepsikan melalui pendidikan dengan baik akan memberikan hasil yang baik, begitu pula sebaliknya anak yang tidak di berikan pendidikan yang baik justru akan memberikan dampak ekonomi yang juga tidak baik atau justru akan menjadi beban bagi orangtua dan masyarakat. Artinya bahwa anak cerdas menjadi aset keluarga, sementara anak yang kurang cerdas menjadi beban keluarga bahkan menjadi tanggungan negara.
Modal Manusia dan Pertumbuhan Ekonimi
Pendidikan dan pelatihan membuat para pekerja menjadi lebih menyadari tugas masing-masing dan berusaha meningkatkan kualitas diri sehingga bagi perusahaan hal ini mendatangkan hasil yang lebih baik dengan meningkatkan kinerja para tenaga kerjanya. Artinya bahwa makin sering pelatihan diberikan maka akan makin baiklah kinerja perusahaan tersebut.
Pendidikan dan pelatihan juga membantu dalam mengatasi perubahan-perubahan teknologi dan perkembangan produktifitas dalam sektor barang dan jasa. Penelitian menunjukan bahwa semakin banyak industri yang muncul menarik perhatian pekerja-pekerja yang lebih berpendidikan dan menyediakan lebih banyak pelatihan dalam kerjanya
Modal Manusia,Pengaruhnya pada Pendapatan.
1. Pendapatan biasanya meningkat pada saat usia menurun sampai pada batas tertentu.
2. Pengangguran cendrung berhubungan secara tidak lansung dengan keahlian.
3. Perusahaan-perusahaan pada negara-negara terbelakang bersifat paternal pada karyawannya dibandingkan negara-negara maju.
4. Pekerja muda cendrung lebih suka bergonta-ganti pekerjaan.
5. Distribusi pendapatan terjadi berdasarkan pada keahlian pekerjaan.
6. Orang yang lebih mampu akan menerima pendidikan dan pelatihan yang lebih dibanding yang lain.
7. Pembagian buruh terbatas pada pasar.
8. Investor-investor dalam modal manusia cenderung lebih gegabah.
1. Latihan daam Kerja
a. Pelatihan Umum
b. Pelatihan Spesifik
2. Persekolahan
3. Pengetahuan lain
Hubungan Pendapatan dengan Keuntungan
Untuk mengetahui model dasar tentang alokasi waktu dan harta benda selama hidup yang dipengaruhi ileh tiga faktor, yaitu
1. Modal Manusia dan Konsumsi
2. Investasi Dalam Modal Manusia
Dorongan untuk Berinvestasi
Bab lV
Nilai Balik Pendidikan
Modal Manusia dan Keuntungan Ekonomi
Humancapitaljugamemilikipengaruhyangsangatbesar terhadap manajemen organisasi. organisasi sekarang ini berjuang melakukan perubahan tidak hanya karena globalisasi, tapi juga karena tekanan yang membuat lembaga benar-benar harus kompetitif secara global terutama dalam tukar menukar.
Suatu hal yang perlu disadari bahwa reaksi terhadap tantangan informasi adalah bukan dalam bentuk investasi dalam hal teknologi. Komputer dan program tidak akan berbuat apa-apa kalau tidak ada tangan trampil manusia untuk mengutak-atik keyboard. Teknologi tidak akan memberi nilai tambah sampai manusia bertangan terampil dan terlatih menggerakkan teknologi yang pasif tersebut. Sangat disayangkan banyak organisasi telah berinvestasi besar dalam teknologi, tapi enggan berinvestasi dalam pelatihan dan pendidikan sumber daya manusia. lni adalah permulaan yang keliru.
Jadi langkah pertama yang harus dilakukan adalah mendidik dan melatih manusia, baru kemudian mempersiapkan teknologinya. Keberadaan teknologi ditambah dengan pelatihan, membuat manusia menjadi lebih produktif maksimal. Langkah berikutnya yang harus sejalan adalah adalah mencari dan meproduksi- data. Sedangkan langkah pertama terakhir yang harus dilakukan adalah mengembangkan budaya informasi. Semua ini hanya dapat dilakukan oleh manusia terdidik
Mengukur Kontribusi lllodal Manusia
Beberapa tahun kebelakang ini, kita mulai melakukan pengujian lapangan (field-test) terhadap berbagai rasio hubungan manusia-finansial yang dapat digunakan untuk membuat hubungan antara orang dan hasil finansial. Ukuran yang paling sederhana adalah pendapatan per karyawan. Pengukuran semacam ini pertama kali muncul pada tahun 1985 dalam sebuah laporan Human Resource Effectiveness Reporf. lni adalah awal dari pencarian kita terhadap metrik atau pengukuran yang lebih canggih. Kita mulai menggabungkan pendapatan (revenue), pengeluaran operasi, profit, upah, keuntungan per kepala karyawan dan menyamakannya dengan penuh waktu (full-time). Kita juga melihat kemajuan dalam program pembayaran upah, tingkat turnover (pemasukan), strategi penstafan, dan investasi untuk pelatihan mempengaruhi produktivitas, layanan nasabah, dan mutu produk. Dengan demikian, kita bisa membuat struktur yang membawa manusia ke profitabilitas yang satu sama lain semakin dekat. Dalam hal ini human capital merupakan dasar dari penghitungan kembalian investa-s.
Berbagai upaya telah dilakukan dan sedang dikembangkan untuk memasukkan human capital ke dalam nilai tambah terhadap organisasi. Hal ini dilakukan melalui pendekatan matrik tingkat lembaga (enterprisie-level metrik). salah satu perkembangan yang sangat signifikan adalah upaya menghitung nilai balik karyawan dengan perhitungan pekerja penuh waktu (fulltime-employee), sehingga setiap karyawan disamakan dengan perhitungan pekerja penuh waktu yang disebut dengan istilah ful/- time equivalenf (FTE). sebagai contoh sederhana, jika seorang pengusaha memiliki sepuluh orang karyawan bekerja paroh waktu (part-time), maka kita mengekuivalenkannya dengan lima orang karyawan bekerja penuh waktu (futtiime). Dengan demikian kita bisa mengetahui berapa karyawan menginvestasikan tenaga yang sebenarnya dalam sebuah organisasi.
Human Economic Value Added (HEVA) adalah sebuah r istilah yang digunakan untuk mendefinisikan keuntungan operasi bersih setelah pengurangan modal pajak dan biaya. Tujuan dari pengukuran ini adalah untuk mengetahui apakan organisasi bersih seterah pengurangan modal pajak dan biaya. Tujuan dari pengukuran ini adalah untuk mengetahui apakan organisasi memilikinilaitambahekonomisketimbangsekedarmenghasilkan pernyataan finasial saja, yang bisa mengelabui pendapatan yang sebenarnya. Rumus untur mencari HEVA adalah sebagai berikut.
Keuntungan operasi bersih setelah pajal- biaya
Modal
HEVA =
FTE
Dengan mengkonversikan economic value added (EVA) menjadi HEVA, kita dapat melihat berapa banyal eva yang dapat diberikan untuk rata-rata tenaga kerja yang digunaKan.
Selain itu, kita perlu pula memperhatikah faktor biaya modal manusia (human capitar cost factor) yang disingkat dengan HCCF. Seperti pernyataan pendapatan (income sfafemenf) yang menyajikan pendapatan dan pengeluaran' kita dapat melihat pengeluaran untuk modal human capitat bersamaan dengan berbagai pendapatan dan penghitungan nilai' Ada empat biaya penting dari numan capital' biayamanf aal (benefit cosf) dan upah untuk karyawan, upah untuk kontingen' biaya ketidakhadiran' dan biaya pendapata dan (turnover)' Benefit cost adalah uang yang dibayarkan oleh perusahaan untuk memberikan keuntungan kepada raryawan; Absentisme atau ketidak hadiran : adalah sebuah biaya yang harus ditanggung oleh organisasi' karena sebuah pekerjaan yang seharusnya selesai dikerjakan ternyata tidak disenablan-ketidakhadiran karyawan' Gabungan dari keempat pengeluaran atau bayaran tersebut merupakan biaya human catpital untuk sebuah organisasi.
Pendekatan Analisa Pertumbuhan Ekonomi
Pendekatan Makro
Pertumbuhanekonomidipadabeberapatingkatregional (provinsi)dannasionaldapatdigunakanpendekatanmakro. Fertumbuhan ekonomi adalah proses kenaikan output atau produk domestik bruto (PDB) per kapita dalam jangka panjang' Definisi ini mengandung dua dimensi, yaitu output per kapita di satu pihak dan jangka panjang di lain pihak' Output per kapita adalah output total atau nasional dibagi dengan jumlah penduduk. Sedangkan, jangka panjang adalah waktu yang digunakan untuk mengukur pertumbuhan yang biasanya bersifat tahunan.
Pendekatan Mikro
Pendekatan mikro digunakan untuk menganalisis kesesuaian antara kompetensi, sikap, dan perilaku yang diberikan oleh lembaga pendidikan-baik pendidikan dasar dan menengah maupun pendidikan tinggi- dengan kompetensi, sikap, dan perilaku yang dibutuhkan oleh dunia usaha atau dunia kerja.
Dampak modal manusia terhadap Proses
Modal manusia, material, peralatan, dan fasilitas diinvestasikan dalam bentuk proses. Pada akhirnya kita ingin mengetahui tingkat kepastian sejauh apa asset manusia mempengaruhi hasil. Karena kita mengetahui bahwa modal-modal dalam bentuk lain bersifat pasif, kita juga dapat menyimpulkan bahwa hasil yang diperoleh dari sebuah proses organisasi adalah hasil dari kegiatan tangan manusia. Lebih jauh dari itu, kita juga ingin mengetahui sebanyak apa nilai tambah yang dihasilkan oleh karyawan dari investasi dalam bentuk lain seperti komputerisasi. Dengan kata lain, jika kita berinvestasi dalam hal otomasi sebuah proses, sebaik apa pekerja dapat memanfaatkan investasi tersebut. Pertanyaan lain adalah dapatkah manusia menambah nilai melebihi kemampuan mesin atau proses kerja. Jawabannya jelas bisa.
Untuk lebih memahami Untuk lebih memahami kontribusi proses ini terhadap
pencapai tujaun organisasi, kita perlu mempelajari anatomi dari sebuah proses. Anatomi sebuah proses terdiri dari lima elemen: 1) persyaratan atau standard (requirements), 2) hambatan atau gangguan (interferers), 3) kinerja manusia (performance), 4) balikan (feedback), dan 5) akibat (consiqunencesr). Persyaratan berhubungan dengan jawaban pertanyaan ada tujuan atau hasil yang jelas, khusus, dan bersifat kuantitatif?; apakah semua orang dalam organisasi terlibat dan mengetahui hasil yang ingin dicapai?; apakah harapan atau persyaratan yang ditetapkan dapat dicapai dengan mudah atau sulit?; apakah orang dalam organisasi memahami pentingnya hasil yang hendak dicapai?; apakah orang-orang dalam organisasi komit untuk mencapai tujuan tersebut?.
Elemdn kedua, gangguan atau hambatan berkaitan dengan empdt persoalan penting. Pertama adalah bahwa input dari orang atau unit berikutnya yang tidak mencapai target waktu
atau tidak dapat dikerjakan. Kedua adalah sumber daya yang tidak cukup untuk melakukan tugas tersebut. Ketiga adalah proses yang keliru yang membuat kinerja menjadi sulit. Dan keempat adalah harapan yang tidak mungkin tercapai.
Elemen ketiga, kinerja manusia, adalah elemen sentral
dari sebuah proses. Elemen ini berkaitan dengan dua pertanyaan
berikut:
1) Apakah orang-orang dalam organisasi memiliki pengetahuan dan ketrampilan untuk melakukan proses untuk mencaPai haraPan?
2) Apakah mereka secara psikologis cukup kapabel-baik secara mental maupun secara motivasional?
Elemen keempat dari sebuah proses adalah balikan (feedback). Balikan sebuah proses berkaitan dengan pertanyaan: 1) apakah orang-orang dalam organisasi menerima informasi hasil
kegiatannya, atau dari orang lain, seperti seefektif apa mereka telah melakukan kegiatan untuk mencapai tujuan?; 2) apakah informai tersebut, relevan, akurat, tepat waktu, dimengerti, dan cukup spesifik untuk mendapatkan respons yang tepat? Seiring
dengan elemen ketiga, elemen keempat terkait dengan konSekuensi dari balikanyang diberikan. Elemen ini berkaitan dengan pertanyaan apakah orang mengerti dengan konsikuensi tersebut; dan apakah penghargaan dan hukuman yang diberikan cukup adil dan tepat waktu.
Nilai Tambah Sumber Daya Manusia
Laporan Modal Manusia secara Terus Menerus
Penilaian Modal ManusiaTrend, Prakiraan, dan Prediksi
Menilai Hasil lnisiatif Pengembangan Modal Manusia
meningkatkan Nilai Balik Human Capital
Strategi Menentukan Arah
Bab V
Pembiayaan pendidikan
Pembiayaan (Financing)
Pembiayaan (Financing) adarah bagaimana, mencari dana atau sumber dana dan bagaimana menggunakan dana. Itu dengan memanfaatkan rencana biaya standar, memperbesar modal kerja, dan merencanakan kebutuhan masa yang akan datang akan uang. sedangkan biaya pendidikan adalah seluruh usaha yang dicurahkan pemerintah dan masyarakat pendidikan berupa uang maupun non moneter, biaya memerrukan penginventarisasian yang jelas. Financing (pembelanjaan atau pembiayaan) merupakan fungsi penyediaan dana yang diperlukan untuk melaksanakan usaha. Kebanyakan usaha besar atau kecil mernerlukan dana untuk modal tetap seperti tanah, bangunan, mesin, gudang, modal kerja, dan modal tetap lainnya. Biaya pendidikan akan ditentukan oleh komponen kegiatan meliputi pengadaan sarana dan prasarana, dan biaya satuan.
Keuangan (Finance)
lembaga pendidikan tidak saja mencakup uang pembayaran yang sah, tetapi juga kridit Bank. Definisi yang sederhana tentang finance adalah seni untuk mendapatkan alat pembayaran. Dalam dunia usaha keuangan meliputi pemelffiaraan kas yang memadai dalam bentuk uang atau kredit isesuaikan dengan kebutuhan organisasi. Alat yang digunakan dalam keuangan meliputi seluruh metode perninjaman uang dan pertukaran satu jenis hak yang berkenaan dengan keuangan dengan yang lainnya. Dalam perusahaan dagang penggolongan keuangan yang utarna adalah: (1) perbankan; (2) pasar uang; (3) pasar investasi yang terdiri dari pasar sekuritas dan penerbitan model baru atau kenaikan dana. dari penanaman modal untuk perluasan modal baru; (4) pasar uang luar negeri; dan (5) asuransi. Keuangan pendidikan merupakan isu yang paling kontroversial dalam ekonomi pendidikan. Bantuan keuangan sekolah dasar dan sekolah lanjutan menurut Cohn (1979) harnpir seluruhnya dibiayai oleh dana pemerintah dan bagi sekolah swasta bantuan dana yang diberikan terbatas. Administratur pendidikan perlu meneliti untuk memutuskan. pilihan. jurnlah biaya keseluruhan suatu program pendidikan. Untuk mengetahui arah yang akan diambil lebih dulu harus diketahui kedudukan pendidikan sekarang yang dipimpinnya dengan meneliti berapakah biaya yang dipergunakan. sekarang, apakah angka-angka yang biasanya dikernukakan pada pilihan pendidikan benar-benar biaya yang harus diperhitungkan. Pengeluaran yang ada antara lain adalah gaji guru, pemeliharaan gedung, biaya perabotan, buku"buku, bahanbahan pelajaran di laboratorium alat peraga sebagai maupun pendidikan, alat tulis, dan sebagainya.
Anggaran (Budgetting)
Aggran (Budget) adalah anggaran atau belanja, yaitu rencana pengatuaran dan penerifmaan pemerintah di kernudian hari dalam jangka waktu satu tahun.
Belanja (Cost)
Belanja (Cost) adalah perhitungan atau biaya menggunakan sejumlah uang yang disediakan (dialokasikan) yang dikeluarkan dan digunakan atau dibelanjakan untuk terlaksananya fungsi-fungsi atau kegiatan pencapaian tujuan dan sasaran-sasaran dalam rangka proses manajemen yang terkait dalam pendidikan
Obiek Biaya
Suatu lembaga atau organisasi di dalam menjalankan programnya selalu terkait dengan aktivitas-aktivitas sebagai ujung tombak (operating core) sistem lembaga atau organisasi yang me,mbuluikan biaya.
lnformasi Manajemen Biaya
Manajemen biaya adalah suatu aktivitas pengelolaan biaya agar dapat berfungsi sebagai alat perencanaan, pengambilan keputusan dan kontror dengan demikian kegiatan dapat dilakukan secara maksimar, efektif dan efisien daram mencapai tujuan baik itu lembaga yang bersilat profit maupun non profit.
Blocher et. ar. (2000;2) mengatakan bahwa informasi manajemen biaya merupakan suatu konsep yang luas yakni mencakup segara informasi yang dibutuhkan untuk mengelola secara efektif suatu perusahaan atau organisasi non profit, baik berupa informasi keuangan tentang biaya maupun informasi non keuangan yang ada kaitannya dengan produktivitas, kuaritas, faktor kunci sukses rainnya untuk suatu organisasi.
Secara khusus Blocher et. Ar ( 200;4) mengatakan perlunyainformasi manajemen biaya dibutuhkan adalah untuk empat hal :
1) Manajemen stratrjik
2) Perencanaan dan pengambilan keputusan
3) Pengendalian manajemen dan operasional
4) Penyusuan laporan keuangan
Pemicu Biaya (Cosf Driverl)
Pemicu biaya (cost Driver) menurut Brocher et. ar. (2000;71) adalah faktor yang memberi dampak pada perubahan biaya total. Artinya bahwa jumrah totar biaya sangat dipengaruhi oreh cost driver sebagai faktor yang mempunyai efek terhadap perubahan level biaya total dari suatu objek biaya. Ldentifikasi dan analisis terhadap 'cost drivef merupakan rangkah penting dalam analisis stratejik dan manajemen biaya paoa suatu organisasi.
Strategi dalam Penganggaran.
Sebagaimana telah disebutkan sebelumnya bahwa anggaran merupakan rencana kuantitatif terhadap operasi suatu lembaga atau organisasi. Anggaran dapat mengidentifikasi sumber daya dan komitmen yang dibutuhkan untuk memenuhi tujuan suatu lembaga selama periode anggaran. Anggaran dapat meliputi aspek keuangan maupun non keuangan dari suatu operasi yang direncanakan. Anggaran pada suatu periode dapat dijadikan acuan untuk melakukan progran atau kegiatan dalam suatu periode anggaran. Proses penyiapan anggaran tersebut dikenal dengan istilah " penganggaran”.
pembiayaan Pendidikan di lndonesia di Awal Reformasi
sejak tahun 1968 pemerintah lndonesia telah merumuskan perencanaan pendidikan kedalam rencana pembangunann lima tahun (Repelita), yang meru pakan sequen dari pembangunan 25 tahunan. Siklus 25 tahun pertama berakhir tahun 1992, dan siklus kedua diawali tahun 1993. Keberhasilan selama 25 tahun pertama merefleksikan hasil-hasil yang mengesankan (impressive). David, Dark et' Al', Bray' Mark'' dan Murray, R T. (1998) mengemukakan propor si anak 7-12 tahun yang bersekolah meningkat lebih dari dua kali lipat dalam periode
1967-1996,yaitudari12,5jutamenjadi29,3juta'Padatahun 1967 sebelum implementasi repelita hanya 50% unia anak SD yang bersekolah. Antara tahun 1970 dan 1990 laju pertumbuhan
Lnrollment siswa SMP meningkat dari 10% menjadi 49% daritotal penduduk usia sMP. enrollment perguruan tinggi meningkat dari sekitar 2% menjadi 7%. Di balik sukses tersebut, para pengamat mengidentifikasi sejumlah masalah yang serius dalam hal mutu, pemerataan dan keadilan (equity), dan efisiensi pada semua jenjang pendidikan.
Mengenai pembiayaan pendidikan dasar juga diatur l melalui pasal 26 UU Nomor 2 Tahun 1989 yaitu dibebankan kepada pemerintah atau badan yang menyelenggarakan pendidikan tersebut dengan rincian gajiguru, tenaga kepedidikan
lainnya, tenaga administrasi, pengadaan dan pemeliharaan sarana dan prasarana, serta penyelenggaraan pendidikan Pembiayaan pendidikan sebagai upaya investasi melalui '
pengembangan sumber daya manusia pada dasarnya tidak lepas dari cara pandang pemerintah tentang pendidikan itu sendiri, apakah pendidikan termasuk kajian sektor budaya, politik atau ekonomi. Thomas H. Jones (1985:5) mengatakan bahwa
"Pengetahuan adalah sebuah aktivitas ekonomi, sebuah industri. Para ekonom telah menganalisa agrikultur, produksi besi dan baja, industri kertas, tapi mereka alpa untuk menganalisa produk pengetahuan". Lebih lanjut Jones mengatakan bahwa konsep
pendidikan dapat dipandang sebagai modal manusia (human capital) dimana manusia yang punya keterampilan, kebiasaan, dan pengetahuan tertentu yang dapat dijual kepada majikannya dalam bentuk gaji.
Fakry Gaffar (1991:36) mengatakan bahwa investasi dalam pendidikan merupakan investasi pada sumber daya manusia (SDM). Namun investasi dalam pendidikan digunakan untuk pengembangan potensi manusia, dimana proses perolehan keuntungannya tidak secepat dan sejelas dalam sektor ekonomi.
Bab Vl
Politik dan Pembiayaan
Pendidian
Sumber Pendapatan pendldikan Negeri
Beberapa lstlah Perpajakan
Pajak (fax) memiliki dua elemen utama. petama ia bersifat compulsory (kewajiban) dan kedua ia bersifat unrequited (tidak bisa diharapkan kembali)
Pajak-pajak Utama
Pajak Lain dan Sumber pendapatan
Kriteria untuk Mengevaluasi pajak
llmu Ekonomi pendidikan
Konteks Ekonomi dan Politik Biaya pendidikan
Ilmu Pendidikan
Biaya pendidikan
Adminstrasi Bisnis Pendidikan
Pajak Kepemilikan (Properfy) pendidikan diDaerah
Pajak Kepemilikan Daerah: Deskrisi dan Operasi
isu dan Pendapat di Sekitar Pajak
Paradigma Politik dan Pembiayaan Pendidikan
Bab Vll
Model-Model Pembiayaan
Pendidikan
Menurut John dan Morphet (197s;32s-2s3) bahwa moder pembiayaan sekorah terdapat dua dimensi pokok yaitu: dimensi alokasi biaya dan dimensi penghasiran (revenue). Dimensi arokasi biaya sangat terkait dengan target popurasi yang disesuaikan dengan program, pelayanan dan kelengkapan fasilitas untuk mencapai target popurasi. perhitungan unit cost untuk masingmasing program yang akan dibiayai ditentukan reh kemampuan lokal atau usaha yang disepakati negara bagian. Sementara dimensi penghasiran (revenue) merupakan persentase dari penghasiran yang ditetapkan dari berbagai sumber seperti; negara bagian, pemerintah pusat dan pemerintah lokal. Tipe pajak yarg diadakan (levy) oleh pemerintah merupakan penghasilan yang dialokasikan untuk mendukung persekolahan.
Biaya dari Pemerintah Daerah Seluruhnya
Modet Ftat Grant
Model Penyamaan
Model Pembiayaan lnsentif atau persentase
Model Pembiayaan dari Pusat Seluruhnya
Gambar 18
Model Dari Pusat Seluruhnya
Thomas H. Jones (1gSS : 95) mengungkapkan hal senada bahwa ada 6 (enam) rencana dasar untuk membantu negara bagian dalam pembiayaan pendidikan yakni. 1) bantuan secara merata (Flat Grant), 2) bantuan seluruhnya dari negara (Full State Funding), 3) bantuan berstandar dasar (foundation flan), 4) bantuan bergaransi pajak (guaranted fax base), 5) penyamaan persentase (prencentage equalizing), 6) penyamaan atas kemauan (power equalizing), 7) bantuan total (block grant).
Bantuan Secara Merata (Flat Grantl
Batuan Seluruhnya dari Negara (Full Sate Fundingl)
Model Rencana Dasar (Foundation Ptanl
Model Bergaransi Dasar pajak (Guaranted tax Base – GTB)
Penyamaan Persentase (precentage Equatizingl
Penyamaan Atas Kekusaan (power Equatizing)
Bantuan Total (Education Block Grant)
Bab Vlll
Tawaran Pendekatan
Pembiayaan Pendidikan
Tawaran Sistem Pembiayaan Pendidikan
a. Tidak jelasnya berapa anggaran yang layak untuk seorang murid pendidikan untuk berbagai jenjang Calam rentang waktu tertentu.
b. Tidak adanya kejelasan mengenai sumber biaya untuk. sekolah dasar berapa dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan orang tua murid baik di daerah yang beruntung maupun kurang beruntung.
c. Adanya tompang tindih pembiayaan dari anggaran yang berbeda, misalnya dana dari SBPP dimasukkan biaya untuk kesejahteraan guru pegawai, demikian halnya dari iuran BP3 juga dicantumkan biaya untuk guru dan pegawai demikian juga dari dana BOP.
d. Adanya ketidak adilan (unadequate) pembiayaan antara daerah yang beruntung dan daerah yang kurang beruntung, sementara subsidi yang diberikan pemerintah yang dihitung tetap berdasarkan jumlah kelas dan jumlah murid.
e. Terlalu minimnya anggaran untuk proses belajar mengajar sebagai ujung tombak peningkatan mutu pendidikan.
f. Tidak jelasnya konsep adil, merata dan layak di dalam pelaksanaan pendidikan Sekolah Dasar sebagai suatu pendidikan yang wajib diperoleh oleh seluruh masyarakat serta sebagai terminal pertama di dalam melanjutkan program wajib belajar g tahun.
Penghitungan Biaya Satuan pendidikan
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar